Sekilas judul postingan diatas (dan juga tagline blog ini) mirip judul sebuah lagu dari band pop papan atas yang vokalisnya sekarang masuk penjara karena kasus asusila. Lirik lagunya kira-kira seperti ini:
“Tempatku melihat di balik awan
Aku melihat di balik hujan
Tempatku terdiam tempat bertahan
Aku terdiam di balik hujan”
Berbagi di balik Awan. Kenapa saya memilih judul postingan (dan juga tag-line blog ini) dengan kata-kata itu? Tentu saja ada alasan tertentu, bahkan saya sempat melakukan survey kepada beberapa orang teman untuk memilih judul postingan ini (dan juga tag-line blog i. . . Cukup!!!) mana yang lebih bagus antara “Berbagi di atas Awan” atau “Berbagi di Balik Awan”, dan karena lebih banyak yang memilih pilihan ke dua, akhirnya saya putuskan untuk memilih “Berbagi di Balik Awan”. Terima kasih bagi teman-teman yang sudah berpartisipasi :) Saya do’a-kan banyak rezeki. . . Hahay.
Dilihat dari dua pilihan jawaban survey saya tadi, terlihat bahwa saya hanya mengubah kata ‘di atas’ dan ‘di balik’ dan tetap mempertahankan kata ‘Berbagi’ dan ‘Awan’. Dua kata itu tidak terlepas dari kemajuan teknologi pada jaman sekarang, dimana kita telah memasuki era Cloud Computing atau Komputerisasi Awan. Apa itu? Teruskan membaca.
Pernahkah Anda berpikir,
”Saya meng-Upload foto di Facebook, foto itu tersimpan di Facebook dan saya bisa mengakses foto itu dimana saja kapan saja dengan menggunakan alat apa saja yang bisa terhubung ke internet. Tapi sebenarnya dimana foto saya itu tersimpan? Di atas langit?”
Jawabannya adalah di sini:
Ini adalah server Facebook. Dimana ratusan juta data pengguna Facebook diseluruh dunia tersimpan disini. Termasuk foto, video, status, komentar, tag, dll. Jika Anda mengakses Facebook, berarti Anda telah mengakses server ini.
Tapi karena kecanggihan dan kecepatan transfer data internet seperti saat ini, seolah-olah data yang kita kirim ke dunia maya tersimpan dan digantung di atas langit. Keadaan seperti inilah yang menginspirasi pengembangan jaringan berbasis Komputerisasi Awan.
Komputerisasi Awan adalah teknologi dimana semua data disimpan di Awan (internet) tanpa tergantung pada media penyimpanan konvensional (Harddisk, SSD, FD) untuk kebutuhan mobilitas tinggi dan keamanan data pengguna. Hmmm. . . Terlalu rumit? Singkatnya begini, data yang ada di laptop kita akan tersimpan seluruhnya di internet. Apakah itu foto, video, mp3, catatan, dokumen, semuanya tersimpan di internet, bukan di Harddisk. Seandainya laptop kita rusak parah (terbakar, tergiling, meledak) atau hilang, maka data kita tadi tidak ikut hilang karena semua data sudah kita ditaruh di atas awan :)
Sekedar informasi, saat ini dua raksasa internet dan raksasa software, Google dan Microsoft tengah melakukan pengembangan Komputerisasi Awan dengan meluncurkan sistem operasi baru yang bertajuk Google Chrome OS dan Microsoft Windows Azure. Kita lihat saja bagaimana selanjutnya perkembangan dunia internet yang nantinya membutuhkan akses data kecepatan tinggi ini.
Well. . . Itu jugalah yang telah menginspirasi saya untuk membuat tag-line “Berbagi di Atas Awan”. Itu semua dikarenakan sebuah blog adalah tempat berbagi informasi dan hal yang bermanfaat. Dan karena blog merupakan media berbagi yang sangat tergantung pada internet, maka awan adalah tempat ‘digantungnya’ informasi itu untuk dibaca oleh semua orang yang terhubung di atas awan. Berbagi di Atas Awan :)
Salam,

Komentar
Posting Komentar